Bakar Hidup-hidup Manajer Pabrik karena Turunkan Poster Ayat Alquran, Ratusan Orang Ditangkap
Sabtu, 04 Desember 2021 - 21:21 WIB
“Para ahli polisi sedang menyelidiki kasus ini dari berbagai sudut, termasuk bahwa beberapa pekerja pabrik memainkan kartu agama untuk membalas dendam pada manajer,” kata Tahir Ashrafi, seorang seorang cendekiawan agama dan perwakilan khusus perdana menteri bidang kerukunan umat beragama, yang membenarkan penangkapan tersebut seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (4/12/2021).
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pekerja mengatakan manajer itu "sangat ketat".
Malik Naseem Awan, seorang warga dan pengacara di Sialkot, sebuah distrik di provinsi Punjab tengah sekitar 200 km tenggara Ibu Kota Islamabad, tempat serangan itu terjadi, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia khawatir tentang dampaknya peristiwa itu terhadap citra negara.
“Saya tidak bisa memberi tahu Anda betapa malunya saya. Akan berbeda jika seseorang melakukan ini secara individu tetapi orang-orang yang hadir di sana menontonnya dengan diam-diam, dan tidak ada yang mencoba menyelamatkannya,” katanya.
Baca juga: Jaksa Agung Arab Saudi Perintahkan Tangkap Pria yang Menghina Allah
Serangan itu telah menyebabkan kemarahan, dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyebutnya sebagai "hari memalukan bagi Pakistan".
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pekerja mengatakan manajer itu "sangat ketat".
Malik Naseem Awan, seorang warga dan pengacara di Sialkot, sebuah distrik di provinsi Punjab tengah sekitar 200 km tenggara Ibu Kota Islamabad, tempat serangan itu terjadi, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia khawatir tentang dampaknya peristiwa itu terhadap citra negara.
“Saya tidak bisa memberi tahu Anda betapa malunya saya. Akan berbeda jika seseorang melakukan ini secara individu tetapi orang-orang yang hadir di sana menontonnya dengan diam-diam, dan tidak ada yang mencoba menyelamatkannya,” katanya.
Baca juga: Jaksa Agung Arab Saudi Perintahkan Tangkap Pria yang Menghina Allah
Serangan itu telah menyebabkan kemarahan, dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyebutnya sebagai "hari memalukan bagi Pakistan".
Lihat Juga :