Bersembunyi di Brasil, Hakim Perempuan Afghanistan Masih Takut Pada Ancaman Taliban

Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:21 WIB
“Dia selalu bertanya tentang orang tua saya, teman-temannya, sepupunya,” ungkap Muska. “Dia selalu bertanya kepada kami tentang Taliban, apakah mereka akan membunuh kami,” imbuhnya.

Baca juga: Lecehkan Anak 7 Tahun, Pengungsi Afghanistan Divonis 30 Bulan Penjara

Terlepas dari kesulitannya, Muska mengatakan dia yakin masa depan akan lebih cerah bagi anak-anaknya daripada mereka yang masih di Afghanistan.

“Saya punya harapan untuk mereka. Bahwa mereka memiliki studi mereka dalam situasi yang baik, dalam sistem pendidikan yang baik,”katanya.

"Mereka akan memiliki pilihan mereka tentang apa yang bisa mereka lakukan," pungkasnya.

Hakim Renata Gil, kepala Asosiasi Magistrat Brasil yang mensponsori para pengungsi, mengatakan orang-orang Afghanistan tiba dalam ketakutan, masih merasa terancam.

“Mereka dikejar karena mereka menghukum pejuang Taliban,” katanya sambil mencatat bahwa dia sendiri telah menerima ancaman pembunuhan karena menghukum pengedar narkoba.

"Bagi wanita, ini jauh lebih sulit," ucapnya.

Berbicara di markas asosiasi di ibu kota, Brasilia, dia berkata: “Saya berharap mereka dapat menjalani hidup mereka secara mandiri. Tapi selama mereka membutuhkan, kami akan siap membantu.”

Baca juga: Tentara Wanita AS Dilecehkan Pengungsi Afghanistan, FBI Turun Tangan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!