Pasukan Keamanan Sudan Kembali Lepaskan Peluru Tajam, 5 Demonstran Tewas

Minggu, 14 November 2021 - 18:04 WIB
Baca: Pemimpin Kudeta Militer Pecat 6 Dubes, Diplomat Top Sudan: Tidak Sah!

Hamza Baloul, Menteri Informasi di pemerintahan yang digulingkan, mengambil bagian dalam demonstrasi hari Sabtu setelah dia dibebaskan dari tahanan awal bulan ini. “Seharusnya tidak ada negosiasi dengan para pemimpin kudeta. Rakyat Sudan bersikeras pada pemerintahan sipil. Negara sipil (pemerintah) adalah pilihan kami dan kami akan memperjuangkannya," tandas Baloul.

Unjuk rasa, yang diserukan oleh gerakan pro-demokrasi, terjadi dua hari setelah pemimpin kudeta Jenderal Abdel-Fattah Burhan mengangkat kembali dirinya sendiri sebagai kepala Dewan Berdaulat, badan pemerintahan sementara Sudan. Langkah ini membuat marah aliansi pro-demokrasi dan membuat frustrasi Amerika Serikat dan negara-negara lain.

"Bagi saya, ini adalah dewan yang tidak sah dan ini adalah keputusan sepihak yang diambil oleh Burhan sendiri," kata seorang pengunjuk rasa, Wigdan Abbas (45). “Itu adalah keputusan oleh satu orang, tanpa konsultasi. Koalisi untuk kebebasan dan perubahan," ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!