Bertemu Menlu Inggris, Retno Bahas Soal G20 hingga Myanmar
Kamis, 11 November 2021 - 14:55 WIB
Sedangkan dari sisi investasi, pada kuartal III 2021, FDI dari Inggris meningkat signifikan dari USD37,3 juta.
"Kami juga sepakat untuk mengintensifkan kerja sama di bidang ekonomi digital dan keamanan siber," ucap Retno.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga sepakat untuk memperkuat forum kemitraan yang sudah ada antara Indonesia dan Inggris.
"Dan kami sepakat untuk mulai merancang roadmap hubungan bilateral kami, dan bahkan kami sepakat untuk menyelesaikannya sebelum akhir tahun ini," kata Retno.
Baca jug: Bertemu Menlu Malaysia, Retno Bahas Batas Negara hingga Krisis Myanmar
Permasalahan Afghanistan dan Myanmar juga menjadi pembahasan keduanya. Terkait Afghanistan, Retno menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk melanjutkan dukungan dan akan terus berkomunikasi dengan sejumlah negara tentang cara terbaik membantu rakyat negara itu.
Terkait Myanmar, Indonesia dan Inggris berbagi pandangan yang sama tentang perlunya mengembalikan demokrasi serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar.
"Kami menegaskan kembali pentingnya pelaksanaan Konsensus Lima Poin dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar," pungkas Retno.
"Kami juga sepakat untuk mengintensifkan kerja sama di bidang ekonomi digital dan keamanan siber," ucap Retno.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga sepakat untuk memperkuat forum kemitraan yang sudah ada antara Indonesia dan Inggris.
"Dan kami sepakat untuk mulai merancang roadmap hubungan bilateral kami, dan bahkan kami sepakat untuk menyelesaikannya sebelum akhir tahun ini," kata Retno.
Baca jug: Bertemu Menlu Malaysia, Retno Bahas Batas Negara hingga Krisis Myanmar
Permasalahan Afghanistan dan Myanmar juga menjadi pembahasan keduanya. Terkait Afghanistan, Retno menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk melanjutkan dukungan dan akan terus berkomunikasi dengan sejumlah negara tentang cara terbaik membantu rakyat negara itu.
Terkait Myanmar, Indonesia dan Inggris berbagi pandangan yang sama tentang perlunya mengembalikan demokrasi serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar.
"Kami menegaskan kembali pentingnya pelaksanaan Konsensus Lima Poin dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar," pungkas Retno.
(ian)
Lihat Juga :