AS Dituding Tak Mau Akui Pelanggaran HAM di Dalam Negeri

Selasa, 19 Oktober 2021 - 04:00 WIB
"Kedua, masyarakat AS telah mendarah daging rasisme dan sepanjang sejarahnya telah melanggar hak-hak Afrika-Amerika, penduduk asli Amerika, dan kelompok minoritas lainnya," kata Sachs, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (16/10/2021).

Ketiga, ujar Sachs, AS gagal mematuhi standar Piagam PBB dan bahkan menyerang negara lain atau menggulingkan pemerintah mereka. Dia menuturkan bahwa Piagam PBB menyerukan saling menghormati dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Baca: Putin: AS Bukan Contoh Baik Soal Penghormatan Terhadap HAM

"Pemerintah AS mempromosikan 'nilai-nilai universal' tetapi, sayangnya, tidak memahaminya dengan baik," kata Sachs yang sejak 2001 hingga 2018 menjabat sebagai penasihat khusus untuk Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, Ban Ki-moon dan Antonio Guterres.

Penasihat lama PBB itu juga mengatakan, dia mendukung penelitian mendalam untuk menemukan landasan bersama secara global dan mengidentifikasi serta menghormati nilai-nilai universal untuk semua umat manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!