Penyebab Pecahnya Perang Bosnia Serbia yang Tewaskan 100 Ribu Jiwa

Kamis, 07 Oktober 2021 - 03:00 WIB
Di bawah pimpinan Rodovan Karadzic dan Slobodan Milasevic, Serbia berusaha menggagalkan pembentukan negara Bosnia. Serbia kemudian mulai melancarkan serangannya dengan memborbadir wilayah Bosnia pada pertengahan 1992. Serbia menyerang kota-kota yang didominasi etnis Bosnia di Bosnia timur, termasuk Zvornik, Foca, dan Visegrad. Kejadian ini digambarkan sebagai upaya pembersihan etnis.

Baca: Vonis Akhir 'Jagal Bosnia' Pembantai Ribuan Muslim Dijatuhkan Hari Ini

Puncak dari perang Bosnia terjadi pada 1995. Serbia melakukan pembantaian. Lebih dari 8.000 warga Bosnia diserang, diperkosa hingga dibunuh pada 11-22 Juli 1995. Melihat peristiwa tersebut, PBB dan NATO berusaha untuk menghentikan Perang Bosnia. Pada Agustus 1995, PBB dan NATO melancarkan serangan guna menghentikan kekejaman Serbia.

Perang Bosnia berakhir melalui perundingan di Pangkalan Udara Wright-Patterson di Dayton, Ohio pada 21 November 1995. Perjanjian tersebut dikenal dengan Perjanjian Dayton. Perjanjian Dayton diteken di Paris pada 14 Desember 1995.

Perjanjian Dayton mengatur pembagian wilayah Bosnia yang dibagi menjadi dua negara, yaitu Republik Srpska dan Federasi Bosnia-Hezergovina. Akibat Perang ini, setidaknya 100 ribu orang tewas dan 2 juta orang mengungsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!