Perang Geng Tewaskan 116 Napi di Penjara, Ekuador Umumkan Keadaan Darurat

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 01:36 WIB
Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan puluhan mayat di Paviliun 9 dan 10 penjara dan pemandangan yang tampak seperti medan perang. Dalam perang geng itu para napi menggunakan senjata api, pisau dan bom, kata para aparat. Sebelumnya, komandan polisi daerah Fausto Buenano mengatakan bahwa mayat ditemukan di pipa penjara.

Di luar kamar mayat penjara, kerabat narapidana menangis, dengan beberapa menggambarkan kepada wartawan kekejaman terhadap orang yang mereka cintai dibunuh, dipenggal dan dipotong-potong.

“Dalam sejarah negara ini, belum pernah ada insiden serupa atau mirip dengan yang ini,” kata Ledy Zuniiga, mantan presiden Dewan Rehabilitasi Nasional Ekuador.

Zuniga, yang juga Menteri Kehakiman negara itu pada 2016, mengatakan dia menyesalkan bahwa tidak ada langkah-langkah yang diambil untuk mencegah pembantaian lain menyusul kerusuhan penjara yang mematikan Februari lalu.

Baca juga: 'Perang' Geng Picu Kerusuhan di 3 Penjara Ekuador, 62 Napi Tewas

Sebelumnya, para pejabat mengatakan kekerasan meletus dari perselisihan antara geng penjara "Los Lobos" dan "Los Choneros".

Kolonel Mario Pazmino, mantan direktur intelijen militer Ekuador, mengatakan pertempuran berdarah itu menunjukkan bahwa kejahatan terorganisir transnasional telah menembus struktur penjara Ekuador. Ia menambahkan bahwa kartel Sinaloa dan Jalisco Generasi Baru Meksiko beroperasi melalui geng-geng lokal.

“Mereka ingin menabur ketakutan,” katanya kepada The Associated Press, mendesak pemerintah untuk sementara menyerahkan kendali penjara kepada Polisi Nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!