Meski Selalu Dikawal 2 Penjaga dan Memiliki Sel Terpisah, Sarkozy Sebut Kehidupan di Penjara seperti Mimpi Buruk

Senin, 10 November 2025 - 21:45 WIB
loading...
Meski Selalu Dikawal...
Nicolas Sarkozy menjalani hukuman di penjara dengan pengawalan dua penjaga dan fasilitas sel terpisah. Foto/X/@CitizenMediaFR
A A A
PARIS - Nicolas Sarkozy pada hari Senin menyebut pemenjaraannya sebagai "mimpi buruk". Sementara jaksa meminta mantan presiden Prancis itu dibebaskan dari penjara sambil menunggu sidang banding atas pendanaan Libya.

Pengadilan rendah pada bulan September memutuskan bahwa politisi sayap kanan tersebut -- yang menjabat sebagai kepala negara dari tahun 2007 hingga 2012 -- bersalah karena berupaya memperoleh dana dari Libya di bawah Muammar Gaddafi untuk kampanye yang membuatnya terpilih dan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara.

Pria berusia 70 tahun itu masuk penjara pada 21 Oktober, menjadi mantan kepala negara Uni Eropa pertama yang dipenjara, dan pengacaranya segera meminta pembebasannya.

Pengadilan Banding Paris membuka sidang pada hari Senin, dan diperkirakan akan membuat keputusan pada siang hari yang memungkinkan Sarkozy segera dibebaskan.

Mantan pemimpin itu muncul melalui panggilan video dari penjara, mengenakan jaket biru tua dan diapit oleh pengacara, mengatakan bahwa dipenjara itu "melelahkan."

"Ini sulit, sangat sulit, terutama bagi narapidana mana pun. Saya bahkan akan mengatakan ini melelahkan," katanya, namun menambahkan bahwa staf penjara telah membuat "mimpi buruk ini... tertahankan."

Jaksa Damien Brunet meminta agar permintaan pembebasan Sarkozy dikabulkan.

"Risiko kolusi dan tekanan terhadap saksi membenarkan permintaan pembebasan di bawah pengawasan pengadilan," katanya.

Di ruang sidang, tampak istri Sarkozy, penyanyi dan model Carla Bruni-Sarkozy, dan dua putra mantan presiden yang menunjukkan dukungan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
Rusia Kerahkan 4 Kapal...
Rusia Kerahkan 4 Kapal Perang dan 2 Kapal Selam di Laut Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved