Korut Tolak Seruan Korsel Deklarasikan Perang Korea Berakhir

Jum'at, 24 September 2021 - 10:04 WIB
Perang Korea pada tahuan 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, sehingga secara teknis meninggalkan semenanjung itu dalam keadaan perang. Korut terus-menerus ingin menandatangani perjanjian damai dengan AS untuk secara resmi mengakhiri perang dan selanjutnya untuk menjalin hubungan yang lebih baik, keringanan sanksi dan pengurangan atau penarikan 28.500 tentara AS yang dikerahkan di Korsel.

Kedua Korea telah menyerukan deklarasi perang berakhir yang akan dibuat selama periode diplomasi dengan AS yang dimulai pada 2018, dan ada spekulasi bahwa Presiden Donald Trump mungkin mengumumkan perang berakhir pada awal 2019 guna meyakinkan pemimpin Korut Kim Jong-un untuk berkomitmen pada denuklirisasi.

Namun hingga saat ini tidak ada pengumuman seperti itu karena diplomasi memudar menjadi jalan buntu karena pelonggaran sanksi sebagai imbalan atas denuklirisasi Korut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kim Jong-un telah memperingatkan bahwa Korut akan meningkatkan persenjataan nuklirnya dan memperkenalkan sistem senjata yang lebih canggih kecuali AS menghentikan kebijakan permusuhannya. Pekan lalu, Korut melakukan uji coba rudal pertamanya dalam enam bulan, menunjukkan kemampuannya untuk meluncurkan serangan ke Korsel dan Jepang, dua sekutu utama AS di mana total 80.000 tentara Amerika ditempatkan.

Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Jelajah Jarak Jauh di Tengah Ketegangan dengan AS
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!