PBB: Taliban Ingkari Janji, Masih Batasi Ruang Gerak Wanita
Senin, 13 September 2021 - 23:14 WIB
PBB menyatakan Taliban telah mengingkari janji mereka, termasuk soal penghormatan terhadap hak-hak wanita. Foto/REUTERS
JENEWA - PBB menyatakan Taliban telah mengingkari janji mereka, termasuk soal penghormatan terhadap hak-hak wanita. Taliban dinilai masih sangat membatasi pergerakan wanita.
Komisaris Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet menuturkan, penguasa Taliban Afghanistan telah mengingkari janji-janji publik tentang hak-hak, termasuk dengan memerintahkan perempuan untuk tinggal di rumah, menghalangi gadis remaja bersekolah dan melakukan pencarian mantan musuh mereka dari rumah ke rumah.
Bachelet mengatakan, Afghanistan berada dalam "fase baru dan berbahaya" sejak Taliban merebut kekuasaan bulan lalu, dengan banyak perempuan dan anggota komunitas etnis, dan agama sangat khawatir tentang perkembangan situasi di negara itu.
"Bertentangan dengan jaminan bahwa Taliban akan menegakkan hak-hak perempuan, selama tiga minggu terakhir, perempuan malah semakin dikucilkan dari ruang publik," katanya, seperti dilansir Reuters pada Senin (13/9/2021).
Dia menyatakan kekecewaannya pada komposisi pemerintah Taliban. Ia juga mencatat tidak adanya perempuan dan dominasinya oleh etnis Pashtun. Baca juga: AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11 dengan 'Kado Pahit' Kemenangan Taliban
Dirinya juga menunjuk pada janji lain yang dilanggar tentang pemberian amnesti kepada mantan pegawai negeri dan petugas keamanan yang terkait dengan pemerintah sebelumnya, dan melarang penggeledahan dari rumah ke rumah.
Komisaris Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet menuturkan, penguasa Taliban Afghanistan telah mengingkari janji-janji publik tentang hak-hak, termasuk dengan memerintahkan perempuan untuk tinggal di rumah, menghalangi gadis remaja bersekolah dan melakukan pencarian mantan musuh mereka dari rumah ke rumah.
Bachelet mengatakan, Afghanistan berada dalam "fase baru dan berbahaya" sejak Taliban merebut kekuasaan bulan lalu, dengan banyak perempuan dan anggota komunitas etnis, dan agama sangat khawatir tentang perkembangan situasi di negara itu.
"Bertentangan dengan jaminan bahwa Taliban akan menegakkan hak-hak perempuan, selama tiga minggu terakhir, perempuan malah semakin dikucilkan dari ruang publik," katanya, seperti dilansir Reuters pada Senin (13/9/2021).
Dia menyatakan kekecewaannya pada komposisi pemerintah Taliban. Ia juga mencatat tidak adanya perempuan dan dominasinya oleh etnis Pashtun. Baca juga: AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11 dengan 'Kado Pahit' Kemenangan Taliban
Dirinya juga menunjuk pada janji lain yang dilanggar tentang pemberian amnesti kepada mantan pegawai negeri dan petugas keamanan yang terkait dengan pemerintah sebelumnya, dan melarang penggeledahan dari rumah ke rumah.
Lihat Juga :