Biden Sebut Evakuasi Kabul 'Sukses Luar Biasa' Meski Dikecam Sana-sini
Rabu, 01 September 2021 - 05:15 WIB
Namun kritik paling keras terhadap rencana evakuasi Biden datang setelah seorang pembom bunuh diri membunuh lebih dari 150 warga Afghanistan dan 13 tentara AS di luar bandara pada Kamis, bahkan ketika pejabat dan pasukan Pentagon di lapangan menyadari ancaman yang akan segera terjadi.
AS menanggapi dengan serangan drone terhadap seorang "perencana" dan "fasilitator" di balik serangan itu, dan serangan drone lainnya justru menyapu bersih keluarga dan anak-anak yang tidak bersalah di Kabul.
Biden tidak menyebutkan korban yang tidak diinginkan dari serangan ini, tetapi memperingatkan para teroris (ISIS-K, cabang regional dari kelompok teror Negara Islam) yang bertanggung jawab atas pemboman bandara Kabul, akan lebih banyak serangan dapat terjadi. “Kami belum selesai dengan Anda,” ujar Biden.
“Mereka yang ingin membahayakan Amerika. Ketahuilah ini, AS tidak akan pernah beristirahat. Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan, kami akan memburumu sampai ke ujung bumi,” tegas Biden.
Biden juga berbicara secara luas tentang kebodohan perang “pembangunan bangsa”, sesuatu yang tidak pernah dia lawan sebelum mantan Presiden Donald Trump menjadikan mengakhiri “perang selamanya” Amerika sebagai pilar inti dari kampanye 2016-nya.
Biden mengatakan, “Amerika di masa depan akan menetapkan misi dengan tujuan yang jelas dan dapat dicapai, dan tetap fokus pada kepentingan nasional yang mendasar.”
“Berangkat dari pola pikir itu (pembangunan bangsa)...akan membuat kita lebih kuat, lebih efektif dan lebih aman di rumah,” ujar dia.
AS menanggapi dengan serangan drone terhadap seorang "perencana" dan "fasilitator" di balik serangan itu, dan serangan drone lainnya justru menyapu bersih keluarga dan anak-anak yang tidak bersalah di Kabul.
Biden tidak menyebutkan korban yang tidak diinginkan dari serangan ini, tetapi memperingatkan para teroris (ISIS-K, cabang regional dari kelompok teror Negara Islam) yang bertanggung jawab atas pemboman bandara Kabul, akan lebih banyak serangan dapat terjadi. “Kami belum selesai dengan Anda,” ujar Biden.
“Mereka yang ingin membahayakan Amerika. Ketahuilah ini, AS tidak akan pernah beristirahat. Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan, kami akan memburumu sampai ke ujung bumi,” tegas Biden.
Biden juga berbicara secara luas tentang kebodohan perang “pembangunan bangsa”, sesuatu yang tidak pernah dia lawan sebelum mantan Presiden Donald Trump menjadikan mengakhiri “perang selamanya” Amerika sebagai pilar inti dari kampanye 2016-nya.
Biden mengatakan, “Amerika di masa depan akan menetapkan misi dengan tujuan yang jelas dan dapat dicapai, dan tetap fokus pada kepentingan nasional yang mendasar.”
“Berangkat dari pola pikir itu (pembangunan bangsa)...akan membuat kita lebih kuat, lebih efektif dan lebih aman di rumah,” ujar dia.
(sya)
Lihat Juga :