Sebut Malaysia Krisis, Anwar Ibrahim Desak PM Muhyiddin Mundur

Jum'at, 30 Juli 2021 - 04:25 WIB
Dia juga mengatakan Menteri Hukum Takiyuddin Hassan telah membingungkan Parlemen.

“Kami tidak hanya mencapai tingkat krisis tetapi juga pengkhianatan dan penipuan Parlemen,” katanya di hadapan para anggota Parlemen.

Anwar menambahkan bahwa Pasal 150 Konstitusi Federal menyatakan bahwa kekuasaan untuk mencabut EO adalah milik Yang di-Pertuan Agong—sebutan untuk Raja Malaysia.

“Raja sangat kecewa karena EO dicabut meskipun belum diajukan (untuk menerima persetujuan),” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah PM Muhyiddin telah berbohong.

“Dia (Muhyiddin) tidak mengatakan yang sebenarnya. Kami minta dia mundur,” imbuh Anwar seperti dikutip Free Malaysia Today.

Baca juga: Kibarkan Bendera Hitam, Warga Malaysia Lawan Pemerintah yang Tak Becus Urus COVID-19
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!