Kibarkan Bendera Hitam, Warga Malaysia Lawan Pemerintah yang Tak Becus Urus COVID-19
Rabu, 07 Juli 2021 - 07:42 WIB
loading...
Para warga Malaysia mengibarkan bendera hitam sebagai gerakan melawan pemerintah yang dianggap tak becus mengatasi pandemi COVID-19 dan merawat rakyatnya. Foto/Twitter @Husnaadnan3/@Arvenesh/@Lizziezany
A
A
A
KUALA LUMPUR - Sebuah bendera hitam tergantung di luar rumah Laila Mohd di kota Subang Jaya, Selangor. Ini adalah tanda solidaritas melawan pemerintah Malaysia yang dianggap berkinerja buruk.
Wargaberusia 32 tahun itu mengatakan kepada The Straits Times: "Sudah waktunya kita mengusir pemerintah ini, orang Malaysia pantas mendapatkan yang lebih baik".
Baca juga: Kibarkan Bendera Putih, Cara Warga Malaysia Minta Bantuan akibat Lockdown
Laila termasuk di antara puluhan ribu orang Malaysia yang menjadi bagian dari gerakan sosial baru #BenderaHitam—sebuah gerakan yang menyerukan kepada pengguna media sosial untuk membagikan gambar bendera hitam di berbagai platform untuk memprotes pemerintah Perikatan Nasional (PN) karena diduga gagal menahan pandemi COVID-19 dan merawat rakyatnya.
Kampanye bendera hitam menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengundurkan diri, Parlemen untuk segera berkumpul kembali dan keadaan darurat diakhiri.
Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah telah mengabulkan permintaan PM Muhyiddin untuk menetapkan keadaan darurat guna membantu Malaysia mengatasi wabah COVID-19 yang semakin memburuk. Tetapi krisis menjadi lebih buruk selama periode darurat.
"Untuk membunuh demokrasi negara. Untuk nyawa yang telah hilang di bawah pemerintahan ini. Untuk manajemen pandemi yang tidak efektif. Untuk perlakuan yang tidak setara... Hari ini, kita mengibarkan bendera hitam!," tulis pengguna akun Twitter @cenationgabriel.
Wargaberusia 32 tahun itu mengatakan kepada The Straits Times: "Sudah waktunya kita mengusir pemerintah ini, orang Malaysia pantas mendapatkan yang lebih baik".
Baca juga: Kibarkan Bendera Putih, Cara Warga Malaysia Minta Bantuan akibat Lockdown
Laila termasuk di antara puluhan ribu orang Malaysia yang menjadi bagian dari gerakan sosial baru #BenderaHitam—sebuah gerakan yang menyerukan kepada pengguna media sosial untuk membagikan gambar bendera hitam di berbagai platform untuk memprotes pemerintah Perikatan Nasional (PN) karena diduga gagal menahan pandemi COVID-19 dan merawat rakyatnya.
Kampanye bendera hitam menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengundurkan diri, Parlemen untuk segera berkumpul kembali dan keadaan darurat diakhiri.
Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah telah mengabulkan permintaan PM Muhyiddin untuk menetapkan keadaan darurat guna membantu Malaysia mengatasi wabah COVID-19 yang semakin memburuk. Tetapi krisis menjadi lebih buruk selama periode darurat.
"Untuk membunuh demokrasi negara. Untuk nyawa yang telah hilang di bawah pemerintahan ini. Untuk manajemen pandemi yang tidak efektif. Untuk perlakuan yang tidak setara... Hari ini, kita mengibarkan bendera hitam!," tulis pengguna akun Twitter @cenationgabriel.
Lihat Juga :