Kejinya Tentara Israel, Pria Palestina Pulang Kerja Ditembak Mati

Rabu, 28 Juli 2021 - 13:04 WIB
"Ketika orang Palestina itu mulai maju dengan cepat menuju pasukan dengan benda mencurigakan yang diidentifikasi sebagai batang besi di tangannya, pasukan itu beroperasi untuk menghentikan tersangka mengikuti prosedur standar, termasuk dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara," bunyi pembelaan tentara Israel dalam sebuah pernyataan.

"Ketika tersangka terus maju, komandan pasukan menembak ke arah tersangka. Insiden itu akan diselidiki," sambung pernyataan itu.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali menuduh pasukan Israel menggunakan kekuatan yang tidak perlu dan berlebihan serta melakukan pembunuhan di luar proses hukum terhadap warga Palestina.

Baca juga: Brutalnya Israel, 146 Demonstran Palestina Terluka dalam Bentrok

"Banyak (warga Palestina) dibunuh secara tidak sah dengan peluru tajam atau kekuatan berlebihan lainnya ketika tidak menimbulkan ancaman jiwa. Beberapa pembunuhan di luar hukum tampaknya disengaja, yang akan merupakan kejahatan perang," kata Amnesty International.

Impunitas pasukan Israel yang menggunakan kekuatan berlebihan terhadap Palestina telah menjadi isu yang diperdebatkan dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus profil tertinggi adalah tentara Israel Elor Azaria, yang menerima hukuman penjara 14 bulan pada September 2017 karena pembunuhan setelah menembak kepala Abdul Fatah al-Sharif yang berusia 21 tahun saat dia terbaring terluka di tanah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!