Kejinya Tentara Israel, Pria Palestina Pulang Kerja Ditembak Mati

Rabu, 28 Juli 2021 - 13:04 WIB
Beita kerap menjadi lokasi kerusuhan sejak Mei lalu, ketika puluhan keluarga pemukim Yahudi tiba dan mulai membangun pemukiman liar penuh risiko Eviatar di puncak bukit dekat Nablus yang bertentangan dengan hukum Israel dan internasional.

Baca juga: Terungkap, Pemukim dan Tentara Israel Bersatu Bunuh 4 Warga Palestina dalam Sehari

Setelah berminggu-minggu bentrokan dan ketegangan, pemerintah nasionalis Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membuat kesepakatan dengan para pemukim yang membuat mereka meninggalkan pos terdepan Eviatar.

Para pemukim meninggalkan rumah-rumah sederhana yang mereka bangun sampai Kementerian Pertahanan Israel menentukan apakah tanah itu dapat dianggap sebagai wilayah negara.

Militer Israel mempertahankan kehadirannya di Eviatar sampai keputusan dibuat.

Perjanjian itu ditolak oleh Wali Kota Beita, yang mengatakan Kamis lalu bahwa bentrokan dan aksi protes akan terus berlanjut selama masih ada orang Israel di tanah Palestina.

Semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!