Tepergok Ciuman dengan Ajudan, Menkes Inggris Akui Langgar Aturan Pembatasan COVID-19

Sabtu, 26 Juni 2021 - 01:37 WIB
Baca juga: Inggris: Varian Baru Covid-19 Perumit Rencana Pelonggaran Pembatasan Perjalanan

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memberikan dukungan kepada Hancock. Namun Partai Buruh, yang menjadi oposisi utama Johnson, mengatakan dia harus dipecat karena melanggar jarak sosial dan, berpotensi, aturan perekrutan pemerintah.

“Jika Matt Hancock diam-diam memiliki hubungan dengan seorang penasihat di kantornya – yang dia tunjuk secara pribadi untuk peran yang didanai pembayar pajak – itu adalah penyalahgunaan kekuasaan yang terang-terangan dan konflik kepentingan yang jelas,” kata ketua Partai Buruh Anneliese Dodds.

“Posisinya sangat tidak bisa dipertahankan. Boris Johnson harus memecatnya,” tegasnya.

Juru bicara Johnson Jamie Davies mengatakan Perdana Menteri memiliki kepercayaan penuh pada Hancock.

"Perdana Menteri telah menerima permintaan maaf menteri kesehatan dan menganggap masalah ini selesai," katanya. “Dia dan seluruh pemerintah tetap fokus untuk terus mengatasi pandemi.”

Davies mengatakan penunjukan mengikuti semua prosedur yang benar. Pembantu itu dipekerjakan tahun lalu sebagai penasihat yang tidak dibayar dan tahun ini menjadi direktur non-eksekutif di Departemen Kesehatan, peran yang bergaji sekitar USD27.450 setahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!