Kelompok Milisi Myanmar Hentikan Serangan Terhadap Pasukan Pemerintah

Rabu, 16 Juni 2021 - 00:36 WIB
Baca juga: Viral, Demonstran Anti-Junta Myanmar Ramai-ramai Dukung Muslim Rohingya

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi , dengan alasan penolakannya untuk mengatasi apa yang dikatakan sebagai kecurangan dalam pemilu bulan November lalu. Pengamat internasional sendiri mengatakan pemungutan suara itu berlangsung dengan adil.

Baca juga: Junta Myanmar Buka Kasus Korupsi Baru yang Libatkan Aung San Suu Kyi

Milisi, banyak yang dipersenjatai dengan senapan berburu, selama berminggu-minggu telah menyergap pasukan keamanan di wilayah perbatasan Myanmar, termasuk Negara Bagian Chin, Shan, Karen dan Kayah. Hal itu banyak dilakukan karena tuntutan yang tidak terpenuhi untuk pembebasan orang-orang lokal yang ditangkap setelah bergabung dengan protes anti-kudeta nasional.

Militer menyebut mereka "teroris" karena bersekutu dengan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang dilarang, yang mengumumkan pembentukan milisi enam minggu lalu sebagai bagian dari strateginya untuk mengalahkan junta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!