China: Klaim COVID-19 dari Lab Sama Halnya Menuduh Irak Miliki Senjata Pemusnah Massal
Selasa, 08 Juni 2021 - 14:46 WIB
Intelijen Inggris juga tidak mengesampingkan teori COVID-19 bocor dari laboratorium.
Mengomentari hal itu, Beijing mengatakan bahwa para ilmuwan, bukan badan intelijen, yang harus dilibatkan dalam mencari tahu asal-usul COVID-19.
“Asal-usul COVID-19 adalah masalah sains dan harus dipelajari bersama oleh para ilmuwan di seluruh dunia, bukan dipolitisasi," kata juru bicara Kedutaan China di Amerika, Liu Pengyu pada Senin malam.
"Setiap kesimpulan harus ditarik sesuai dengan prosedur WHO [Organisasi Kesehatan Dunia] dan mengikuti metode berbasis sains. Kampanye untuk mempolitisasi studi tentang asal-usul dan mencoreng China tidak berbeda dengan kebohongan tentang Irak yang memiliki senjata pemusnah massal (WMD) 12 tahun lalu," ujarnya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Empat Orang Sekeluarga Ditabrak Mati dengan Pickup karena Mereka Muslim
Mengomentari hal itu, Beijing mengatakan bahwa para ilmuwan, bukan badan intelijen, yang harus dilibatkan dalam mencari tahu asal-usul COVID-19.
“Asal-usul COVID-19 adalah masalah sains dan harus dipelajari bersama oleh para ilmuwan di seluruh dunia, bukan dipolitisasi," kata juru bicara Kedutaan China di Amerika, Liu Pengyu pada Senin malam.
"Setiap kesimpulan harus ditarik sesuai dengan prosedur WHO [Organisasi Kesehatan Dunia] dan mengikuti metode berbasis sains. Kampanye untuk mempolitisasi studi tentang asal-usul dan mencoreng China tidak berbeda dengan kebohongan tentang Irak yang memiliki senjata pemusnah massal (WMD) 12 tahun lalu," ujarnya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Empat Orang Sekeluarga Ditabrak Mati dengan Pickup karena Mereka Muslim
Lihat Juga :