Permohonan Suaka Ditolak, Pria Murtad Ini Bakar Al-Qur'an di Swedia
Sabtu, 05 Juni 2021 - 00:40 WIB
Pengadilan Banding memutuskan bahwa "masuk akal" untuk menuntutnya kembali ke Maroko serta berharap bahwa dia tidak menonjolkan diri dan menahan diri dalam kritiknya terhadap Islam dan monarki untuk menghindari tindakan memprovokasi terhadapnya oleh individu dan otoritas.
Sebagai tanggapan, pria itu merekam video dirinya membakar salinan Al-Qur'an di area barbekyu dan mengunggahnya di YouTube dengan menggunakan nama Skeptic Mohamed.
Pria yang menggambarkan dirinya sebagai seorang mantan Muslim, seorang ateis, seorang sekularis, seorang metalhead, dan seorang skeptis, berpendapat bahwa tindakan penistaan kitab suci itu adalah tentang mempertahankan haknya untuk mendapatkan suaka.
"Ini secara dramatis dapat meningkatkan kekhawatiran keamanan saya bahkan di sini di Swedia. Saya memiliki kewajiban untuk melindungi martabat, keselamatan, dan kebebasan saya, yang sama sekali tidak mungkin di negara mayoritas Muslim seperti Maroko pada saat ini," katanya.
Baca juga: Jenderal AS Kecam 16 Pesawat Militer China Terobos Langit Malaysia
"Ini juga bertentangan dengan Otoritas Migrasi Swedia yang secara eksplisit mendiskriminasi saya karena saya mantan Muslim ateis," katanya.
Sebagai tanggapan, pria itu merekam video dirinya membakar salinan Al-Qur'an di area barbekyu dan mengunggahnya di YouTube dengan menggunakan nama Skeptic Mohamed.
Pria yang menggambarkan dirinya sebagai seorang mantan Muslim, seorang ateis, seorang sekularis, seorang metalhead, dan seorang skeptis, berpendapat bahwa tindakan penistaan kitab suci itu adalah tentang mempertahankan haknya untuk mendapatkan suaka.
"Ini secara dramatis dapat meningkatkan kekhawatiran keamanan saya bahkan di sini di Swedia. Saya memiliki kewajiban untuk melindungi martabat, keselamatan, dan kebebasan saya, yang sama sekali tidak mungkin di negara mayoritas Muslim seperti Maroko pada saat ini," katanya.
Baca juga: Jenderal AS Kecam 16 Pesawat Militer China Terobos Langit Malaysia
"Ini juga bertentangan dengan Otoritas Migrasi Swedia yang secara eksplisit mendiskriminasi saya karena saya mantan Muslim ateis," katanya.
Lihat Juga :