Jenderal AS Kecam 16 Pesawat Militer China Terobos Langit Malaysia

Sabtu, 05 Juni 2021 - 00:00 WIB
loading...
Jenderal AS Kecam 16...
Satu dari 16 pesawat militer China yang dituduh melanggar wilayah udara Malaysia. Foto/Royal Malaysian Air Force via REUTERS
A A A
SYDNEY - Komandan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di Pasifik, Jenderal Kenneth Wilsbach, mengecam penerbangan 16 pesawat militer China yang dianggap menerobos wilayah udara Malaysia . Dia menggambarkan manuver itu sebagai tindakan untuk meningkatkan eskalasi.

Minggu ini, 16 pesawat militer China terbang di atas perairan yang disengkatakan di lepas pantai Kalimantan. Malaysia menganggap wilayah udaranya dilanggar dan mengerahkan beberapa jet tempur sebagai respons.

Baca juga: Mengapa AS Khawatir UEA Dapat Bocorkan Teknologi Jet Tempur Siluman F-35 ke China?

Jenderal Wilsbach mengatakan kegiatan itu dan juga peningkatan jumlah serangan ke zona pertahanan udara Taiwan menambah daftar kegiatan destabilisasi China dan juga kegiatan eskalasi di wilayah tersebut.

“Kami membuat kesalahan perhitungan di sekitar wilayah ketika kami memiliki beberapa aktivitas ini ketika kami memasuki wilayah udara orang yang seharusnya tidak kami lakukan,” kata Wilsbach pada Jumat (4/6/2021) seperti dikutip AFP.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Iran Bantah Luncurkan...
Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi
Rekomendasi
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved