Pria Cacat Dikremasi Hidup-hidup, Gantikan Mayat Pria Kaya yang Minta Dikubur
Kamis, 15 April 2021 - 08:16 WIB
Korban, seorang pria bernama Lin Shaoren yang saat itu berusia 36 tahun dan menderita sindrom Down—kelainan atau cacat bawaan yang didapatkan karena kelainan kromosom—, sedang memungut sampah di sepanjang jalan pada tanggal 1 Maret 2017, di dekat rumahnya di Lufeng. Saat itulah, Lin diculik dan dipaksa minum alkohol dalam jumlah besar.
Penculik itu kemudian menempatkan Lin dalam keadaan pingsan ke dalam peti mati dan menyegelnya dengan empat paku baja.
Peti mati itu kemudian ditukar dengan peti mati si pria kaya ketika akan dikirim untuk kremasi.
Lin dikremasi sementara tubuh Huang dibawa ke daerah terpencil untuk dimakamkan oleh keluarga secara tradisional.
Kerabat Huang membayar 107.000 yuan untuk plot jahat ini, di mana 90.000 yuan untuk si penculik yang nama pendeknya juga Huang, sementara sisanya untuk perantara yang diidentifikasi dengan nama belakang Wen.
Lin terdaftar sebagai orang hilang selama dua tahun sebelum keluarganya menemukan dia telah dibunuh pada November 2019, setelah polisi menggunakan rekaman surveillance untuk memecahkan misteri kejahatan tersebut.
Penculik itu kemudian menempatkan Lin dalam keadaan pingsan ke dalam peti mati dan menyegelnya dengan empat paku baja.
Peti mati itu kemudian ditukar dengan peti mati si pria kaya ketika akan dikirim untuk kremasi.
Lin dikremasi sementara tubuh Huang dibawa ke daerah terpencil untuk dimakamkan oleh keluarga secara tradisional.
Kerabat Huang membayar 107.000 yuan untuk plot jahat ini, di mana 90.000 yuan untuk si penculik yang nama pendeknya juga Huang, sementara sisanya untuk perantara yang diidentifikasi dengan nama belakang Wen.
Lin terdaftar sebagai orang hilang selama dua tahun sebelum keluarganya menemukan dia telah dibunuh pada November 2019, setelah polisi menggunakan rekaman surveillance untuk memecahkan misteri kejahatan tersebut.
Lihat Juga :