Arab Saudi: Pengayaan Uranium Iran Tak Bertujuan Damai
Kamis, 15 April 2021 - 02:02 WIB
Arab Saudi dan sekutunya di Teluk, yang juga khawatir tentang rudal balistik Iran dan jaringan proksi regional, telah mendukung langkah mantan Presiden AS Donald Trump untuk keluar dari perjanjian nuklir pada tahun 2018 dan memberlakukan kembali sanksi keras terhadap Iran.
Arab Saudi dan Iran telah terlibat dalam beberapa perang proksi di wilayah tersebut, termasuk di Yaman di mana gerakan Houthi yang berpihak pada Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone lintas batas di Saudi.
Duta Besar Rayd Krimly yang sekaligus kepala perencanaan kebijakan di Kemlu Saudi, mengatakan kepada Reuters bahwa perjanjian apa pun yang tidak secara efektif menangani kekhawatiran negara-negara di kawasan itu tidak akan berhasil.
"Kami ingin memastikan minimal bahwa setiap sumber daya keuangan yang tersedia untuk Iran melalui kesepakatan nuklir tidak digunakan untuk mengguncang kawasan itu," ungkap Krimly.
"Kami akan melakukan semua yang kami bisa (jadi) kesepakatan nuklir adalah titik awal, bukan titik akhir dalam proses ini," papar dia.
Arab Saudi dan Iran telah terlibat dalam beberapa perang proksi di wilayah tersebut, termasuk di Yaman di mana gerakan Houthi yang berpihak pada Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone lintas batas di Saudi.
Duta Besar Rayd Krimly yang sekaligus kepala perencanaan kebijakan di Kemlu Saudi, mengatakan kepada Reuters bahwa perjanjian apa pun yang tidak secara efektif menangani kekhawatiran negara-negara di kawasan itu tidak akan berhasil.
"Kami ingin memastikan minimal bahwa setiap sumber daya keuangan yang tersedia untuk Iran melalui kesepakatan nuklir tidak digunakan untuk mengguncang kawasan itu," ungkap Krimly.
"Kami akan melakukan semua yang kami bisa (jadi) kesepakatan nuklir adalah titik awal, bukan titik akhir dalam proses ini," papar dia.
(sya)
Lihat Juga :