Raih Kursi Parlemen, Partai Islam Kejutkan Pemilu Israel

Jum'at, 26 Maret 2021 - 12:04 WIB
Ketika rakyat Israel terakhir kali memberikan suara setahun lalu, partai Raam telah menjadi bagian dari aliansi "Daftar Gabungan" yang sebagian besar orang Arab. Namun aliansi itu retak awal tahun ini di tengah perpecahan ideologis antara Abbas dan mantan mitranya.

Abbas yang konservatif lama berselisih dengan faksi-faksi Arab Israel lainnya, termasuk mereka yang memiliki akar komunis.

Beberapa minggu sebelum pemungutan suara hari Selasa, Abbas menunjukkan keterbukaan untuk berurusan dengan Netanyahu, meskipun perdana menteri Israel tersebut telah menjelekkan orang Arab-Israel di berbagai titik melalui karier politiknya.

Tetapi Abbas berpendapat bahwa para pemimpin Arab memiliki tanggung jawab untuk bermitra dengan siapa pun yang berkuasa untuk mengatasi epidemi kejahatan yang mengguncang komunitas Arab.

Analisis oleh media setempat; Kan, menunjukkan bahwa kekuatan gabungan dari partai-partai pro-Netanyahu yang dideklarasikan adalah 52 kursi sementara mereka yang berusaha untuk mengakhiri pemerintahan panjangnya memperoleh 56 kursi.

Bagi Netanyahu, itu berarti mengamankan mayoritas 61 kursi dapat membutuhkan aliansi dengan mantan anak didiknya yang terasing, tokoh nasionalis religius Naftali Bennett—yang diproyeksikan akan mengontrol tujuh kursi—, serta dengan Abbas.

Aliansi seperti itu, bagaimanapun, akan diganggu oleh perpecahan yang pahit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!