Situasi Memanas, Singapura Minta Warganya Tinggalkan Myanmar
Kamis, 04 Maret 2021 - 20:00 WIB
Burgener, yang merupakan diplomat Swiss, mengatakan bahwa polisi Myanmar telah menggunakan senapan mesin terhadap pengunjuk rasa. Hal itu terbukti dari video yang dikirimkan oleh para aktivis lokal.
"Kami sekarang memiliki lebih dari 50 orang tewas sejak kudeta dimulai dan banyak yang terluka," kata Burgener.Baca juga: S inar Mas Land Rangkul Singapura Kembangkan Ekonomi Digital di Batam
Burgener menambahkan bahwa perang nyata sekarang mungkin telah terjadi di Myanmar. Dia menyerukan tindakan tegas terhadap tentara negara itu atas kudeta yang dilakukan.
"Ini bukan urusan internal; ini membutuhkan stabilitas kawasan. Kami tahu bahwa organisasi etnis bersenjata bertekad untuk tidak membiarkan ini berlanjut,” katanya.
"Kami sekarang memiliki lebih dari 50 orang tewas sejak kudeta dimulai dan banyak yang terluka," kata Burgener.Baca juga: S inar Mas Land Rangkul Singapura Kembangkan Ekonomi Digital di Batam
Burgener menambahkan bahwa perang nyata sekarang mungkin telah terjadi di Myanmar. Dia menyerukan tindakan tegas terhadap tentara negara itu atas kudeta yang dilakukan.
"Ini bukan urusan internal; ini membutuhkan stabilitas kawasan. Kami tahu bahwa organisasi etnis bersenjata bertekad untuk tidak membiarkan ini berlanjut,” katanya.
(esn)
Lihat Juga :