Situasi Memanas, Singapura Minta Warganya Tinggalkan Myanmar
Kamis, 04 Maret 2021 - 20:00 WIB
Kementerian Luar Negeri Singapura mengatakan bahwa warganya di Myanmar harus mempertimbangkan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin. Foto/REUTERS
SINGAPURA - Kementerian Luar Negeri Singapura mengatakan bahwa warganya di Myanmar harus mempertimbangkan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin. Seruan ini datang setelah meningkatnya kekerasan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan yang telah menewaskan puluhan orang.
"Warga Singapura saat ini di Myanmar harus mempertimbangkan untuk pergi sesegera mungkin dengan cara komersial sementara masih memungkinkan untuk melakukannya," kata Kementerian Luar Negeri Singapura, seperti dilansir Reuters pada Kamis (4/3/2021).
Singapura adalah salah satu investor terbesar di Myanmar. Menurut Kementerian Luar Negeri Singapura, setidaknya terdapat 500 warga negara mereka di Myanmar.Baca juga: Polisi Tembaki Demonstran Myanmar, Upaya Diplomatik ASEAN Buntu
Sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan kekacauan di Myanmar kini telah di ambang perang nyata yang melibatkan organisasi etnis bersenjata. Menurutnya, kemarin menjadi hari “paling berdarah” sejak kudeta militer 1 Februari dengan total 38 orang telah tewas.
"Warga Singapura saat ini di Myanmar harus mempertimbangkan untuk pergi sesegera mungkin dengan cara komersial sementara masih memungkinkan untuk melakukannya," kata Kementerian Luar Negeri Singapura, seperti dilansir Reuters pada Kamis (4/3/2021).
Singapura adalah salah satu investor terbesar di Myanmar. Menurut Kementerian Luar Negeri Singapura, setidaknya terdapat 500 warga negara mereka di Myanmar.Baca juga: Polisi Tembaki Demonstran Myanmar, Upaya Diplomatik ASEAN Buntu
Sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan kekacauan di Myanmar kini telah di ambang perang nyata yang melibatkan organisasi etnis bersenjata. Menurutnya, kemarin menjadi hari “paling berdarah” sejak kudeta militer 1 Februari dengan total 38 orang telah tewas.
Lihat Juga :