Gagal Selidiki Kematian Pramugari Cantik Filipina, Kepala Polisi Dipecat

Jum'at, 22 Januari 2021 - 07:48 WIB
Salah satu rekan korban, Rommel Galida, ditangkap sebagai tersangka. Dia menceritakan bagaimana dia bangun sekitar pukul 10.00 pagi dan melihat korban tertidur di bak mandi.

Dia mengaku menutupi tubuh korban dengan selimut sebelum kembali tidur dan menemukan bahwa korban sakit parah ketika dia bangun kemudian dan membunyikan alarm.

Polisi awalnya mengeklaim bahwa itu adalah kasus pemerkosaan geng dan dikutip media-media internasional. Namun, klaim itu dibuat tanpa autopsi. Faktanya, jenazah sudah dibalsem dan siap untuk dimakamkan.

Sekarang telah terungkap bahwa semua pria yang terlibat pesta Malam Tahun Baru mengatakan bahwa mereka gay.

Autopsi menunjukkan bahwa Dacera diduga meninggal karena aneurisma aorta, jantung pecah yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Namun, belum dikonfirmasi karena jenazahnya sudah dibalsem.

"Jika Anda melihat tubuh Christine, jika Anda adalah Ibunya, Anda pasti akan merasakan sakit yang diderita Christine dari mereka tetapi putri saya tidak dapat berbicara lagi karena dia meninggal," kata Ibu Christine, Dacera, kepada program Headstart, seperti dikutip Mail Online, Jumat (22/1/2021).

"Ada luka pada anak saya, memar, kenapa tidak tertulis (dalam autopsi)? Saya tidak dapat menerima autopsi yang telah mereka lakukan. Ada kejahatan, putri saya meninggal. Ada kejahatan," katanya lagi.

"Orang-orang yang bertanggung jawab harus dibayar dengan kematian putri saya. Itulah keadilan bagi saya," ujarnya.

Baca juga: Selidiki Kematiannya, Urine Pramugari Cantik Christine Dacera Diperiksa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!