Selidiki Kematiannya, Urine Pramugari Cantik Christine Dacera Diperiksa

Selasa, 19 Januari 2021 - 14:35 WIB
loading...
Selidiki Kematiannya,...
Christine Angelica Dacera, pramugari Philippine Airlines, ditemukan tewas di bak mandi hotel di Makati. Foto/Instagram/@xtinedacera
A A A
MAKATI - Biro Investigasi Nasional (NBI) Filipina telah menyelesaikan pemeriksaan forensik terhadap spesimen Christine Agelica Dacera, pramugari cantik Philippine Airlines (PAL) Express. Urine korban menjadi salah satu sampel yang diperiksa.

Pramugari itu ditemukan tewas di bak mandi kamar hotel di Makati pada Hari Tahun Baru setelah malamnya pesta dengan belasan pria. Polisi Makati awalnya menyimpulkan korban diperkosa dan dibunuh dengan menetapkan 11 pria yang berpesta dengannya sebagai tersangka.

Baca juga: Pramugari Cantik Tewas di Bak Mandi Hotel, Diduga usai Diperkosa Beramai-ramai

Menteri Kehakiman Menardo Guevarra, pada Senin (18/1/2021), mengonfirmasi pemeriksaan forensik tersebut.

“NBI telah menyelesaikan pemeriksaan forensik jaringan yang diperoleh dari sisa-sisa subjek. Saat ini sedang berkoordinasi dengan Makati Medical Center tentang masalah terkait," kata Guevarra kepada wartawan melalui pesan tertulis, tanpa mengungkapkan hasilnya, seperti dikutip dari ABS-CBN, Selasa (19/1/2021).

“Saya akan menyerahkan kepada NBI untuk merilis hasilnya. Saya tidak akan mendahului NBI. Saya yakin mereka akan segera mengungkap temuannya," ujarnya.

Jaringan tersebut, kata Guevarra, mengacu pada organ tertentu serta urine Dacera, yang dikumpulkan tim forensik NBI di General Santos City pada 9 Januari, sehari sebelum dia dimakamkan.

Baca juga: Kematian Pramugari Cantik Christine Dacera: Pria yang Ciuman Dengannya Angkat Bicara

NBI mengambil 3 kotak sampel biologis, termasuk sekitar 100 ml urine.

Autopsi ulang dilakukan 8 hari setelah pramugari berusia 23 tahun itu ditemukan tak sadarkan diri di bak mandi di City Garden Grand Hotel di Makati City setelah berpesta semalaman.

Teman-temannya membawanya ke Makati Medical Center di mana dia dinyatakan meninggal pada saat kedatangan.

Laporan medis menunjukkan korban meninggal karena aneurisma aorta pecah. Tetapi polisi Makati memutuskan untuk menyatakannya sebagai kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Polisi menetapkan 11 pria penghuni kamar 2209 hotel, yang semuanya adalah teman Dacera, sebagai tersangka. Namun, mereka semua mengaku sebagai anggota komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) dan membantah memerkosa korban.

Alih-alih mengajukan kasus ke pengadilan, Kejaksaan Makati City mengatakan bukti tidak cukup untuk menuntut 11 tersangka dan memerintahkan penyelidikan awal atas pengaduan tersebut, serta pembebasan tiga tersangka yang ditahan polisi.

NBI turun tangan setelah Guevarra menemukan penyelidikan polisi "tidak cukup menyeluruh".

Ahli patologi forensik Dr Raquel Fortun mengatakan ini adalah pertanyaan tentang siapa antara Polisi Nasional Filipina (PNP) dan NBI yang mengatakan yang sebenarnya, dan siapa yang didukung oleh dokumentasi yang tepat.

Wakil direktur NBI Ferdinand Lavin menegaskan masih mungkin untuk mengambil urine dari mayat korban.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved