India Tahan 75 Orang di Kashmir setelah Pemilu Lokal
Sabtu, 26 Desember 2020 - 20:01 WIB
Para tokoh oposisi Kashmir mengecam penahanan tersebut. “Penahanan itu merusak keputusan rakyat,” tegas Imran Nabi Dar, juru bicara Konferensi Nasional, partai regional dan anggota kunci aliansi.
“Kemenangan aliansi itu menunjukkan bahwa warga Kashmir belum menerima keputusan Modi untuk mengakhiri status khusus Kashmir,” ungakp Omar Abdullah, mantan menteri utama dan kepala Konferensi Nasional.
Setelah dibebaskan dari penahanan yang lama, Abdullah dan Mehbooba Mufti, ketua Partai Demokrat Rakyat Jammu dan Kashmir, mengumumkan aliansi tersebut pada Oktober untuk mengupayakan pemulihan otonomi Kashmir secara damai.
Aliansi itu pun mendapat dukungan rakyat pada pemilu regional tersebut.
“Kemenangan aliansi itu menunjukkan bahwa warga Kashmir belum menerima keputusan Modi untuk mengakhiri status khusus Kashmir,” ungakp Omar Abdullah, mantan menteri utama dan kepala Konferensi Nasional.
Setelah dibebaskan dari penahanan yang lama, Abdullah dan Mehbooba Mufti, ketua Partai Demokrat Rakyat Jammu dan Kashmir, mengumumkan aliansi tersebut pada Oktober untuk mengupayakan pemulihan otonomi Kashmir secara damai.
Aliansi itu pun mendapat dukungan rakyat pada pemilu regional tersebut.
(sya)
Lihat Juga :