Maduro Klaim AS 'Dorong' Istrinya untuk Ceraikan Dia
Minggu, 06 Desember 2020 - 13:20 WIB
Dia mengatakan bahwa ini seperti drama-drama yang ada di dalam buku novel percintaan. "Ini bukanlah novel, ini adalah kisah nyata," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (6/12/2020).
Abrams, jelas Maduro, berpikir bahwa para pemimpin Amerika Latin sangat kaya dan korup, dan AS bisa dengan mudah mengambil kekayaan tersebut. ( Baca juga: Armada Kapal Tanker Terbesar Iran dalam Perjalanan ke Venezuela )
Hubungan AS-Venezuela telah sangat tegang selama dekade terakhir, dengan Washington memberlakukan sanksi keras terhadap Venezuela karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan kecurangan dalam pemilihan.
Pemerintahan George W. Bush, Barack Obama, dan Donald Trump semuanya memberikan dukungan mereka di belakang pembatasan, dengan ketiga presiden tersebut mendukung upaya kudeta yang gagal terhadap Maduro dan mendiang pendahulunya Hugo Chavez. ( Baca juga: Pemilu Kacau, Maduro Cemooh AS )
Pemerintah Trump memberlakukan embargo impor minyak dari negara penghasil minyak terbesar di Amerika Selatan tersebut dan menyita aset perusahaan minyak nasional PDVSA, anak perusahaannya di AS, Citgo, sehingga semakin memperburuk krisis ekonomi di negara itu.
Abrams, jelas Maduro, berpikir bahwa para pemimpin Amerika Latin sangat kaya dan korup, dan AS bisa dengan mudah mengambil kekayaan tersebut. ( Baca juga: Armada Kapal Tanker Terbesar Iran dalam Perjalanan ke Venezuela )
Hubungan AS-Venezuela telah sangat tegang selama dekade terakhir, dengan Washington memberlakukan sanksi keras terhadap Venezuela karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan kecurangan dalam pemilihan.
Pemerintahan George W. Bush, Barack Obama, dan Donald Trump semuanya memberikan dukungan mereka di belakang pembatasan, dengan ketiga presiden tersebut mendukung upaya kudeta yang gagal terhadap Maduro dan mendiang pendahulunya Hugo Chavez. ( Baca juga: Pemilu Kacau, Maduro Cemooh AS )
Pemerintah Trump memberlakukan embargo impor minyak dari negara penghasil minyak terbesar di Amerika Selatan tersebut dan menyita aset perusahaan minyak nasional PDVSA, anak perusahaannya di AS, Citgo, sehingga semakin memperburuk krisis ekonomi di negara itu.
(esn)
Lihat Juga :