Prancis dan Jerman Desak AS Kembali ke Pendekatan Bersama Terhadap Iran

Rabu, 18 November 2020 - 15:35 WIB
"Presiden terpilih (Joe Biden), jangan mengulangi kesalahan dan kekurangan dari kesepakatan pertama. Kesepakatan non-komprehensif apa pun tidak akan mencapai perdamaian dan keamanan abadi di wilayah kami,” kata Pangeran Turki selama Konferensi Pembuat Kebijakan Arab-AS ke-29.

Biden adalah Wakil Presiden Barack Obama saat kesepakatan itu diteken bersama sejumlah negara yang menjadi simbol kekuatan dunia. Biden sebelumnya telah menyatakan kesediaan dan niatnya untuk masuk kembali ke JCPOA, yang mendapat kecaman keras dan ditarik dari Presiden Donald Trump.

"Perilaku regional Iran yang mengganggu di Irak, Suriah, Yaman, Lebanon dan Arab Saudi, dengan menyerang secara langsung dan tidak langsung instalasi minyak merupakan ancaman yang sama besarnya dengan program nuklirnya," ujar Pangeran Turki.

Pangeran Turki mengatakan setiap kesepakatan baru harus mencakup semua masalah yang menjadi perhatian, dan ini berarti teman dan sekutu Washington perlu menjadi bagian dari negosiasi potensial. ( Baca juga: AS Kembali ke JCPOA, Pangeran Saudi: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!