Hampir 100 Ribu Anggota Pramuka AS Jadi Korban Pelecehan Seksual
Selasa, 17 November 2020 - 22:33 WIB
Hampir 100 ribu anggota pramuka AS menjadi korban pelecehan seksual. Foto/Ilustrasi
WASHINGTON - Salah satu organisasi pemuda terbesar Amerika Serikat (AS) diguncang skandal seks . Hampir 100 ribu anggota pramuka AS mengaku mengalami pelecehan seksual yang diduga dilakukan selama beberapa dekade oleh para pemimpin gerakan kepanduan itu.
Sekitar 95.000 korban pelecehan seksual - yang dilaporkan terjadi di Boy Scouts of America (BSA) - mengajukan klaim mereka. Pengacara korban, Michael Pfau, mengatakan Senin malam adalah batas waktu pengajuan klaim bagi mereka yang ingin menerima kompensasi dari BSA.
BSA mengatakan mereka hancur oleh jumlah korban pelecehan dan memuji keberanian mereka yang mau mengaku.
"Hati kami hancur karena kami tidak dapat menghilangkan rasa sakit mereka," kata BSA.
"Kami sengaja mengembangkan proses yang terbuka dan dapat diakses untuk menjangkau para penyintas dan membantu mereka mengambil langkah penting untuk menerima kompensasi. Tanggapan yang kami lihat dari para penyintas sangat menyayat hati. Kami sangat menyesal," sambung BSA seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (17/11/2020).
Untuk menghindari pembayaran klaim pelunasan, BSA telah mengajukan pailit pada Februari 2020. BSA kemudian mengalihkan klaim ke dana kompensasi, tanpa menjelaskan berapa yang direncanakan untuk dibelanjakan melalui dana ini.
Jumlah klaim pelecehan seksual yang meningkat mengalahkan sekitar 11.000 pengaduan yang dikatakan telah diajukan selama bertahun-tahun terhadap Gereja Katolik.(Baca juga: 30 Tahun Jadi Predator Seks, Eks Presenter BBC Dibui 10 Tahun )
Sekitar 95.000 korban pelecehan seksual - yang dilaporkan terjadi di Boy Scouts of America (BSA) - mengajukan klaim mereka. Pengacara korban, Michael Pfau, mengatakan Senin malam adalah batas waktu pengajuan klaim bagi mereka yang ingin menerima kompensasi dari BSA.
BSA mengatakan mereka hancur oleh jumlah korban pelecehan dan memuji keberanian mereka yang mau mengaku.
"Hati kami hancur karena kami tidak dapat menghilangkan rasa sakit mereka," kata BSA.
"Kami sengaja mengembangkan proses yang terbuka dan dapat diakses untuk menjangkau para penyintas dan membantu mereka mengambil langkah penting untuk menerima kompensasi. Tanggapan yang kami lihat dari para penyintas sangat menyayat hati. Kami sangat menyesal," sambung BSA seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (17/11/2020).
Untuk menghindari pembayaran klaim pelunasan, BSA telah mengajukan pailit pada Februari 2020. BSA kemudian mengalihkan klaim ke dana kompensasi, tanpa menjelaskan berapa yang direncanakan untuk dibelanjakan melalui dana ini.
Jumlah klaim pelecehan seksual yang meningkat mengalahkan sekitar 11.000 pengaduan yang dikatakan telah diajukan selama bertahun-tahun terhadap Gereja Katolik.(Baca juga: 30 Tahun Jadi Predator Seks, Eks Presenter BBC Dibui 10 Tahun )