Operasi Senyap Israel di Iran Dilakukan Agen Mossad

Sabtu, 14 November 2020 - 11:50 WIB
Dokumen Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS tahun 2008 yang sangat diklasifikasikan menggambarkan al-Masri sebagai "perencana operasional yang paling berpengalaman dan cakap yang tidak berada di tahanan AS atau sekutu".

Empat sumber mengatakan kepada New York Times bahwa al-Masri dibunuh oleh operasi Israel atas permintaan Amerika Serikat.

Al-Qaeda belum mengumumkan kematiannya secara terbuka. Menurut New York Times para pejabat Iran menutupi pembunuhan itu. Jika dikonfirmasi, Iran akan menanggung malu karena ibu kotanya sudah menjadi area operasi Israel secara rahasia atau tanpa terdeteksi. (Baca juga: Dua Rudal Pembunuh Kapal Induk China Hantam Kapal di Laut China Selatan )

Menurut laporan Reuters, Sabtu (14/11/2020), al-Masri berusia sekitar 58 tahun dan termasuk di antara barisan berikutnya yang akan memimpin al-Qaeda.

Poster buron FBI untuk al-Masri menyatakan bahwa pria itu memiliki banyak nama alias. Dia melarikan diri dari Kenya pada 6 Agustus 1998, ke Pakistan, hanya sehari sebelum serangan mematikan itu.

FBI memperingatkan bahwa al-Masri harus dianggap bersenjata dan berbahaya. Masih menurut New York Times, pejabat intelijen AS mengatakan bahwa al-Masri berada di "tahanan" Iran sejak 2003.

Para pejabat mengatakan dia hidup bebas di daerah Teheran setidaknya sejak 2015.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!