Putra Mahkota Abu Dhabi Telepon Macron: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad

Senin, 02 November 2020 - 13:29 WIB
Putra Mahkota juga meminta individu dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam dialog penuh hormat daripada menggunakan pidato kebencian dan kekerasan. (Baca: Prancis Bebaskan Tersangka Penembakan Pendeta Ortodoks, Ini Alasannya )

Panggilan telepon itu terjadi setelah serangkaian serangan baru-baru ini di Prancis menyusul pemenggalan guru sejarah Samuel Paty oleh seorang ekstremis kelahiran Chechnya di pinggiran Paris pada 16 Oktober.

Paty sebelumnya telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam disekusi kebebasan berbicara dan berekspres di kelas, sebuah tindakan yang oleh umat Islam dianggap penistaan.

Macron menyebut pembunuhan guru itu sebagai serangan "Islamis" dan berjanji untuk menindak radikalisme. (Baca juga: Pengemudi Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Ditangkap, Kondisinya Tak Normal )

Ribuan tentara juga telah ditempatkan di seluruh negeri, yang mencakaup tempat ibadah dan sekolah, setelah seorang pria yang memegang pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di kota Nice, Prancis, Kamis pekan lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!