Azerbaijan Hancurkan Dua Sistem Rudal Armenia

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 10:56 WIB
Dua negara pecahan Soviet itu berperang sejak 27 September terkait sengketa wilayah Nagorno-Karabakh. Wilayah yang diperintah etnis Armenia itu memerdekakan diri dari Azerbaijan setelah Soviet runtuh tahun 1990-an. Namun, Azerbaijan tidak mengakui kemerdekaan tersebut dan menganggap pihak yang memerintah Nagorno-Karabakh sebagai separatis yang bersekutu dengan Armenia. (Baca: Azerbaijan: Armenia Terus Melanggar Gencatan Senjata )

Baik Azerbaijan maupun Armenia saling menuduh melanggar gencatan senjata yang sudah tiga kali disepakati sejak 10 Oktober.

Hingga saat ini, setidaknya 91 warga sipil Azerbaijan telah kehilangan nyawa mereka, termasuk 11 anak-anak dan 27 wanita. Belum jelas berapa banyak korban jiwa di pihak Armenia. (Baca: Sekjen PBB Desak Armenia dan Azerbaijan Patuhi Gencatan Senjata )

Kantor Jaska Azerbaijan mengatakan sebanyak 2.442 rumah, 92 gedung apartemen dan 428 bangunan umum tidak dapat digunakan lagi karena rusak akibat perang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!