Lockdown, Warga Prancis Eksodus Tinggalkan Paris

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 02:25 WIB
"Seperti banyak bisnis independen, kami berjuang, mencoba melihat jalan ke depan selama ini ketika kami beroperasi dalam kerugian," tulis toko buku dalam buletinnya. Iterasi pertama dari institusi Paris ini dibuka pada tahun 1919.

Pada hari Kamis, organisasi yang membagikan Goncourt Prize, penghargaan kesusastraan paling bergengsi di Prancis, mengumumkan bahwa pemberian penghargaan akan ditunda, sebagai bentuk solidaritas dengan toko buku yang ditutup oleh aturan pandemi. Pemenang Goncourt Prize secara otomatis adalah toko buku terlaris, dan organisasi tersebut mengatakan tidak ingin platform e-commerce seperti Amazon menjadi satu-satunya penerima keuntungan dari rejeki nomplok tersebut.

Francois Busnel, seorang kritikus sastra terkenal yang menjadi pembawa acara acara televisi yang banyak ditonton, telah meluncurkan petisi yang meminta pihak berwenang untuk mengizinkan toko buku dibuka kembali, dan beberapa politisi terkemuka, termasuk Anne Hidalgo, walikota Paris, dan mantan Presiden Francois Hollande mendukung langkah tersebut.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!