Biden Akui Trump Bisa Menang karena Strategi yang Dimainkannya

Selasa, 27 Oktober 2020 - 11:15 WIB
Komentar Biden itu bersamaan dengan popularitasnya yang semakin naik dalam jajak pendapat. Dia juga terus dinyatakan sebagai pemenang dalam jajak pendapat di negara bagian yang menjadi pertarungan sengit. Biden juga terus berkampanye dengan agenda seperti Georgia pada Selasa (hari ini waktu setempat) dan Texas pada Jumat mendatang bersama calon wakil presidennya, Senator Kamala Harris. (Baca juga: Bantuan Kuota Internet Tersendat, Perhimpunan Guru: Kemendikbud Tak Serius)

Biden diprediksi telah mendapatkan 270 suara elektoral. Namun, dia juga harus berjuang untuk membantu kampanye kandidat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senat dan pertarungan anggota parlemen di negara bagian.

“Saya berharap akan banyak orang yang memberikan suara untuk saya karena saya adalah pemenangnya,” kata Biden. “Tapi, saya pikir hal kontras dengan Trump dan saya adalah nilai yang diperjuangkan dan bagaimana kita melihat dunia,” katanya.

Dalam pandangan Clodagh Harrington, pakar politik AS dari Universitas De Montfort di Leicester,mengatakan ketika orang percaya pada jajak pendapat yang dianggap bukan sebagai suara. “Orang yang ditanya saat jajak pendapat, mereka bisa berubah pikiran ketika memberikan pilihan ketika memberikan suara,” katanya dilansir BBC. (Baca juga: Tips Tetap Sehat Selama Libur Panjang di Tengah Pandemi)

Apalagi dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos menyatakan satu dari 10 pendukung Trump dan Biden menyatakan mereka tidak akan menerima hasil pemilu November mendatang. 43% pendukung Biden menyatakan tidak akan menerima kemenangan Trump. Kemudian, 41% rakyat AS juga menginginkan Trump terpilih kembali serta tidak akan menerima kemenangan Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!