9 Anak ‘Bau Kencur’ Pendobrak Perubahan di Dunia

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:15 WIB
Kampanyenya memberantas pekerja anak membawanya ke seluruh dunia. Secara total, dia membantu lebih dari 3.000 anak melarikan diri dari perbudakan sebelum dia dibunuh oleh mafia karpet di Pakistan di usia 12 tahun. (Baca juga: Main Layang-layang di Kawasan Bandara Bisa Kena Denda Rp1 Miliar, Masih Berani?)

7. Nkosi Johnson (1989 - 2001)



Fakta dan peranan :Penderita HIV sejak lahir yang berkampanye tentang HIV/AIDS di usia 11 tahun.

Nkosi Johnson dilahirkan di Afrika Selatan dengan nama asli Xolani Nkosi. Ia terlahir dengan HIV positif, sesuatu yang dia warisi dari orang tuanya. Johnson dirawat ibu kandungnya dan tidak pernah bertemu dengan sang ayah. Dia secara resmi diadopsi oleh Gail Johnson, seorang praktisi Hubungan Masyarakat di Johannesburg.

Ceritanya menarik perhatian media ketika sekolah negeri setempat menolak menerima Nkosi karena kondisinya. Tak lama kemudian, ia menjadi penyintas anak untuk krisis HIV di Afrika. Dia berkeliling dunia, menceritakan kisahnya, dan mendorong korban lain untuk angkat bicara.

Dia bahkan mendapat kehormatan menjadi pembicara utama di Konferensi AIDS Internasional ke-13 pada 2000 ketika baru berusia 11 tahun. Dengan bantuan ibu angkatnya, dia mendirikan Nkosi’s Haven, tempat perlindungan yang aman bagi ibu HIV-positif dan anak-anak mereka. Dia meninggal tahun 2001 sebagai anak lahir HIV-positif yang bertahan paling lama. Pada 2005, ia dianugerahi Penghargaan Perdamaian Anak Internasional secara anumerta.

8. Alexandra Scott (1996 – 2004)



Fakta dan peranan : Merintis yayasan untuk anak-anak yang terkena kanker di usia 4 tahun.

Alexandra 'Alex' Scott lahir di Connecticut pada tahun 1996 dan didiagnosa memiliki penyakit neuroblastoma, salah satu tipe penyakit anak kecil. Saat berusia 4 tahun, Alex ingin membuka stand minuman lemon. Dari penghasilan penjualan lemon ini, Alex ingin memberikannya kepada dokter untuk membantu anak-anak lainnya.

Penjualan pertama Alex mencapai USD2.000 dan akhirnya terbentuklah sebuah organisasi bernama Alex’s Lemonade Stand Foundation. Usaha ini terus dilanjutkan hingga mencapai lebih dari USD1 juta untuk penelitian kanker. Pada Agustus 2004, Alex meninggal di usia 8 tahun. Saat ini, Alex’s Lemonade Stand Foundation mensponsori penggalangan dana nasional yang disebut Lemonade Days. (Lihat videonya: Dramatis, Perwira Polisi DItembak Saat Transaksi Narkoba)

9. William James Sidis



Fakta dan peranan : Menulis 4 buku dan lancar berbicara 8 bahasa di usia 7 tahun, mengajar di Harvard University pada usia 9 tahun.

William James Sidis dikenal dunia sebagai orang tercerdas yang pernah ada sepanjang sejarah. IQ-nya hampir mendekati 300, di mana jika IQ kita sekitar 135 saja sudah bisa dianggap jenius. Sidis telah bisa membaca di usia 18 bulan dan menjadi ahli matematika serta kosmologi di usia 9 tahun.

Sejarah mencatata hingga akhir hayatnya Sidis memutuskan tidak menikah alias melajang karena konon sejak remaja tidak da perempuan yang tertarik dengan pembicaraannya yang dianggap terlalu cerdas.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!