Pemimpin Chechnya Tegaskan Pelaku Pemenggalan Guru di Prancis Bukan Warganya
Senin, 19 Oktober 2020 - 17:02 WIB
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov menegaskan pelaku bukan warga Chechnya, sehingga dia berharap Prancis tidak menyalahkan negaranya atas apa yang dia sebut serangan teroris tersebut. Foto/REUTERS
GROZNY - Pemimpin Chechnya , Ramzan Kadyrov mengecam aksi pemenggalan seorang guru di pinggiran kota Paris dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga guru malang tersebut. Dia lalu menegaskan pelaku bukan warga Chechnya, sehingga dia berharap Prancis tidak menyalahkan negaranya atas apa yang dia sebut serangan teroris tersebut.
Samuel Paty yang merupakan guru sejarah dan geografi di College du Bois d'Aulne, dibunuh karena mengajarkan kebebasan berekspresi dengan memperlihatkan karikatur yang dianggap menggambarkan sosok Nabi Muhammad.
Paty dibunuh oleh Abdulak Abuezidovich A secara brutal ketika dalam perjalanan pulang dari sekolah pada pekan lalu. Pelaku merupakan pria etnis Chechnya, Rusia. ( Baca juga: Jejak Digital Ungkap Pemenggal Guru Prancis Menentang Arab Saudi )
"Kami mengutuk tindakan teror ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Sangat menentang terorisme dalam bentuk apa pun, saya mendesak untuk tidak memprovokasi umat beriman, atau melukai perasaan religius mereka," ucapnya.
Samuel Paty yang merupakan guru sejarah dan geografi di College du Bois d'Aulne, dibunuh karena mengajarkan kebebasan berekspresi dengan memperlihatkan karikatur yang dianggap menggambarkan sosok Nabi Muhammad.
Paty dibunuh oleh Abdulak Abuezidovich A secara brutal ketika dalam perjalanan pulang dari sekolah pada pekan lalu. Pelaku merupakan pria etnis Chechnya, Rusia. ( Baca juga: Jejak Digital Ungkap Pemenggal Guru Prancis Menentang Arab Saudi )
"Kami mengutuk tindakan teror ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Sangat menentang terorisme dalam bentuk apa pun, saya mendesak untuk tidak memprovokasi umat beriman, atau melukai perasaan religius mereka," ucapnya.
Lihat Juga :