Fitch Yakin UU Cipta Kerja Dorong Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:41 WIB
Menurut Fitch, dampak reformasi itu akan tergantung pada bagaimana itu diterapkan. “Omnibus Law itu memerlukan sejumlah regulasi tambahan yang harus disahkan di beberapa bidang kunci seperti legislasi buruh. Langkah lain mungkin ditantang di Mahkamah Konstitusi,” papar lembaga itu.

Sementara, UU itu juga diprotes berbagai kelompok buruh, yang dapat menekan otoritas mempermudah ketentuannya.

“Sekalipun tetap utuh, regulasi bisnis akan tetap kompleks dan memberatkan, dibandingkan dengan banyak pasar lain di ASEAN. Selain itu, meskipun biaya pesangon maksimum tampaknya akan turun sekitar 40% dari tingkat yang sebelumnya termasuk yang paling dermawan di kawasan ini, biaya tersebut akan tetap cukup tinggi untuk menjadi perhatian beberapa investor asing,” ungkap Fitch.

Menurut Fitch, “Lebih positifnya, reformasi tersebut menandakan bahwa pemerintah Indonesia tetap fokus pada pembangunan ekonomi jangka panjang, bahkan untuk mengatasi krisis kesehatan yang terkait dengan pandemi virus corona.”

“Investor cenderung menyambut tanda ini, tetapi juga akan waspada terhadap risiko kejutan kebijakan negatif. Parlemen masih mempertimbangkan usulan yang akan melemahkan independensi Bank Indonesia, misalnya yang dapat merusak kredibilitas kebijakan moneter - meskipun pemerintah telah menyatakan penentangannya terhadap usulan tersebut,” pungkas Fitch.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!