Awas, Jepang akan Buang Air Terkontaminasi Radiasi Nuklir ke Laut
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 16:05 WIB
“Untuk mencegah semua penundaan dalam proses penonaktifan, kami perlu membuat keputusan dengan cepat,” ujar Kajiyama yang tidak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk jangka waktunya. (Lihat Infografis: Lepas Pantai Indonesia Akan Dijaga Oleh Senjata Canggih Turki)
Surat kabar Asahi melaporkan, pembuangan air terkontaminasi itu diperkirakan membutuhkan sekitar dua tahun untuk persiapan karena air itu harus melalui proses filter sebelum dapat dicampur dengan air laut dan akhirnya dilepas ke laut.
Pada 2018, Tokyo Electric meminta maaf setelah mengakui sistem penyaringan tidak membuang semua materi berbahaya dari air itu. Air itu dikumpulkan dari pipa-pipa pendingin yang digunakan untuk membuat inti bahan bakar nuklir tidak meleleh saat fasilitas itu rusak.
Tokyo Electric berencana membuang semua partikel radioaktif dari air itu kecuali tritium, isotop hidrogen yang sulit dipisahkan dan dianggap tak terlalu berbahaya.
Pekan lalu, perwakilan industri ikan Jepang mendesak pemerintah tak mengizinkan air terkontaminasi itu dibuang ke laut dari fasilitas itu karena akan merusak upaya industri perikanan dalam memulihkan reputasinya.
Surat kabar Asahi melaporkan, pembuangan air terkontaminasi itu diperkirakan membutuhkan sekitar dua tahun untuk persiapan karena air itu harus melalui proses filter sebelum dapat dicampur dengan air laut dan akhirnya dilepas ke laut.
Pada 2018, Tokyo Electric meminta maaf setelah mengakui sistem penyaringan tidak membuang semua materi berbahaya dari air itu. Air itu dikumpulkan dari pipa-pipa pendingin yang digunakan untuk membuat inti bahan bakar nuklir tidak meleleh saat fasilitas itu rusak.
Tokyo Electric berencana membuang semua partikel radioaktif dari air itu kecuali tritium, isotop hidrogen yang sulit dipisahkan dan dianggap tak terlalu berbahaya.
Pekan lalu, perwakilan industri ikan Jepang mendesak pemerintah tak mengizinkan air terkontaminasi itu dibuang ke laut dari fasilitas itu karena akan merusak upaya industri perikanan dalam memulihkan reputasinya.
(sya)
Lihat Juga :