Awas, Jepang akan Buang Air Terkontaminasi Radiasi Nuklir ke Laut

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 16:05 WIB
loading...
Awas, Jepang akan Buang...
Tangki-tangki besar menampung air terkontaminasi nuklir di Fukushima, Jepang. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Hampir satu dekade setelah bencana nuklir Fukushima, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk membuang air terkontaminasi dari fasilitas nuklir itu ke laut.

Laporan media hari ini menyatakan pengumuman resmi akan dibuat segera akhir bulan ini. Keputusan ini dapat membuat marah beberapa negara tetangga seperti Korea Selatan (Korsel) yang meningkatkan tes radiasi pada makanan dari Jepang.

Tindakan pemerintah Jepang itu juga dapat merusak industri perikanan di Fukushima yang telah menolak rencana itu selama bertahun-tahun.

Air kontaminasi di fasilitas nuklir Fukushima Daiichi itu telah menjadi masalah lama bagi Jepang karena proses penonaktifan membutuhkan waktu beberapa dekade.

Lebih dari stu juta ton air terkontaminasi itu saat ini disimpan di sejumlah tangki besar di fasilitas nuklir itu. Fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) itu dikelola Tokyo Electric Power Company Holdings Inc. Fasilitas itu mengalami kebocoran nuklir setelah gempa bumi dan tsunami 2011.

Menteri Industri Jepang Hiroshi Kajiyama menyatakan belum ada keputusan yang dibuat untuk membuang air itu tapi pemerintah bertujuan melakukannya segera. (Baca Juga: Trump Jamin Transfer Kekuasaan Berlangsung Damai Meski Kalah di Pilpres)

“Untuk mencegah semua penundaan dalam proses penonaktifan, kami perlu membuat keputusan dengan cepat,” ujar Kajiyama yang tidak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk jangka waktunya. (Lihat Infografis: Lepas Pantai Indonesia Akan Dijaga Oleh Senjata Canggih Turki)

Surat kabar Asahi melaporkan, pembuangan air terkontaminasi itu diperkirakan membutuhkan sekitar dua tahun untuk persiapan karena air itu harus melalui proses filter sebelum dapat dicampur dengan air laut dan akhirnya dilepas ke laut.

Pada 2018, Tokyo Electric meminta maaf setelah mengakui sistem penyaringan tidak membuang semua materi berbahaya dari air itu. Air itu dikumpulkan dari pipa-pipa pendingin yang digunakan untuk membuat inti bahan bakar nuklir tidak meleleh saat fasilitas itu rusak.

Tokyo Electric berencana membuang semua partikel radioaktif dari air itu kecuali tritium, isotop hidrogen yang sulit dipisahkan dan dianggap tak terlalu berbahaya.

Pekan lalu, perwakilan industri ikan Jepang mendesak pemerintah tak mengizinkan air terkontaminasi itu dibuang ke laut dari fasilitas itu karena akan merusak upaya industri perikanan dalam memulihkan reputasinya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved