AS Jatuhkan Sanksi, Menlu Iran Sambangi China

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 15:00 WIB
Daftar hitam telah ditentang oleh negara-negara Eropa karena akan membuka peluang bank terbesar mereka dan perusahaan lain terkena hukuman AS karena melakukan bisnis dengan Iran yang sebelumnya diizinkan.

Zarif bereaksi dengan marah atas penjatuhan sanksi tersebut. Ia menyebutnya sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan" pada saat krisis global. Langkah itu dilakukan ketika AS telah meningkatkan upaya untuk membunuh kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan terus meningkatkan tekanan melalui sanksi terhadap penjualan minyaknya, memasukkan pejabat tinggi pemerintah ke daftar hitam dan membunuh seorang jenderal tinggi dalam serangan udara.

Hampir seluruh dunia telah berjanji untuk mengabaikan sanksi AS terbaru, tetapi jika dilanggar akan menimbulkan risiko signifikan yaitu kehilangan akses ke sistem keuangan AS.(Baca juga: Iran Peringatkan Konflik Armenia-Azerbaijan Bisa Berubah Jadi Perang Regional )

Dalam kesempatan itu Kementerian Luar Negeri China juga mengatakan utusan khusus presiden Indonesia untuk China, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. mengunjungi Beijing pada waktu yang sama dengan Zarif. Tidak ada indikasi apakah mereka akan bertemu dengan Wang Yi sebagai satu kelompok.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!