Rusia kepada Turki: Bantu Damaikan Armenia-Azerbaijan, Bukan Menyiramkan Bensin

Selasa, 29 September 2020 - 20:56 WIB
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuntut Armenia mengakhiri "pendudukan" di Nagorno-Karabakh dan menyerukannya untuk meninggalkan wilayah tersebut, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan.(Baca juga: Erdogan pada Armenia: Segera Angkat Kaki dari Nagorno-Karabakh! )

Sementara gejolak sebelumnya hanya berlangsung beberapa hari, skala pertempuran saat ini yang melibatkan tank, pesawat dan artileri tampak lebih besar dari kapan pun sejak Rusia menjadi perantara gencatan senjata tahun 1994 untuk menghentikan perang yang menewaskan sekitar 30.000 orang dan membuat lebih dari satu juta dari mereka mengungsi. Kedua belah pihak tidak pernah menandatangani perjanjian damai.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan bertemu dalam sesi tertutup untuk membahas krisis atas permintaan negara-negara Eropa, mengutip pejabat diplomatik yang tidak diidentifikasi.(Baca juga: Perang Armenia dengan Azerbaijan, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!