Perang Armenia dengan Azerbaijan, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

Senin, 28 September 2020 - 16:23 WIB
loading...
Perang Armenia dengan Azerbaijan, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya
Gambar dari video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Armenia menunjukkan apa yang diklaim sebagai tank Azerbaijan dan pasukannya selama penyerangan di wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri dari Azerbaijan. Foto/Kementerian Pertahanan Armenia
A A A
YEREVAN - Militer Armenia dan Azerbaijan terlibat perang pada hari Minggu dan berlanjut Senin (28/9/2020) di sepanjang perbatasan Nagorno-Karabakh . Kedua kubu saling mengklaim menang dengan sesumbar menewaskan banyak tentara musuh satu sama lain.

Pemantik perang masih sama seperti konflik sebelumnya, yakni berebut wilayah Nagorno-Karabakh. Itu adalah wilayah otonomi yang dihuni etnis Armenia dan telah memerdekakan diri dari Azerbaijan tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet. (Baca: Perang Nagorno-Karabakh: Azerbaijan Menyerang dengan F-16 Turki, Puluhan Tewas )

Azerbaijan yang didukung Turki masih menganggap Nagorno-Karabakh sebagai wilayahnya. Sedangkan Nagorno-Karabakh yang dibela Armenia melakukan perlawanan.

Baik Armenia maupuna Azerbaijan mengabaikan seruan para pemimpin dunia untuk menghentikan pertempuran segera. Sebaliknya, kedua kubu saling mengerahkan senjata berat dan memobiliasi pasukan dan para penduduk pria usia wajib militer.

Seperti apa kekuatan militer dua negara pecahan Soviet yang jadi musuh bebuyutan ini. Berikut perbandingan kekuatannya berdasarkan data dari situs web globalfirepower yang dirangkum SINDOnews.com;

Peringkat Militer
Armenia: Ranking 111 dari 138 militer negara di dunia
Azerbaijan: Ranking 64 dari 138 militer negara di dunia

Populasi
Armenia: 3.038.217 jiwa
Azerbaijan: 10.046.516 jiwa

Tentara Aktif
Armenia: 45.000 personel
Azerbaijan: 126.000 personel

Tentara Cadangan
Armenia: 200.000 personel
Azerbaijan: 300.000 personel

Anggaran Pertahanan
Armenia: USD1.385.000.000
Azerbaijan: USD2.805.000.000
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0999 seconds (11.210#12.26)