AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Minggu, 26 Juli 2026 - 07:01 WIB
“Kebijakan kami mengenai pembelian F-35 oleh Turki tetap tidak berubah dan sepenuhnya konsisten dengan Pasal 231 dari CAATSA dan Pasal 1245 dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Anggaran 2020 (FY 2020 NDAA),” demikian isi surat yang ditujukan kepada Bell.
“Ini termasuk menyelesaikan masalah S-400 dengan Turki tidak lagi memiliki sistem atau peralatan terkait, memberikan jaminan terhadap akuisisi di masa mendatang, dan memenuhi persyaratan sertifikasi hukum lainnya,” lanjut surat tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Minggu (26/7/2026).
“Turki belum memenuhi syarat-syarat ini,” imbuhnya, sambil tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Ankara dapat memenuhinya di kemudian hari.
Untuk mengatasi kekhawatiran AS, Turki telah melakukan pembicaraan dengan Washington tentang pelepasan sistem S-400 Rusia.
Namun, surat itu menunjukkan bahwa transfer sistem pertahanan tersebut belum terjadi.
Surat itu tampaknya merupakan contoh lain dari komentar publik Trump yang tidak sejalan dengan kebijakan yang diusulkan oleh lembaga-lembaga di dalam pemerintahannya sendiri.
Selama minggu lalu, Menteri Energi AS Chris Wright menandatangani kesepakatan untuk membangun program nuklir sipil dengan Arab Saudi, hanya untuk kemudian Trump menyatakan keesokan harinya bahwa perjanjian yang sudah ditandatangani itu sebenarnya dikondisikan pada bergabungnya Riyadh ke dalam Kesepakatan Abraham dan normalisasi hubungan dengan Israel.
“Ini termasuk menyelesaikan masalah S-400 dengan Turki tidak lagi memiliki sistem atau peralatan terkait, memberikan jaminan terhadap akuisisi di masa mendatang, dan memenuhi persyaratan sertifikasi hukum lainnya,” lanjut surat tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Minggu (26/7/2026).
“Turki belum memenuhi syarat-syarat ini,” imbuhnya, sambil tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Ankara dapat memenuhinya di kemudian hari.
Untuk mengatasi kekhawatiran AS, Turki telah melakukan pembicaraan dengan Washington tentang pelepasan sistem S-400 Rusia.
Namun, surat itu menunjukkan bahwa transfer sistem pertahanan tersebut belum terjadi.
Surat itu tampaknya merupakan contoh lain dari komentar publik Trump yang tidak sejalan dengan kebijakan yang diusulkan oleh lembaga-lembaga di dalam pemerintahannya sendiri.
Selama minggu lalu, Menteri Energi AS Chris Wright menandatangani kesepakatan untuk membangun program nuklir sipil dengan Arab Saudi, hanya untuk kemudian Trump menyatakan keesokan harinya bahwa perjanjian yang sudah ditandatangani itu sebenarnya dikondisikan pada bergabungnya Riyadh ke dalam Kesepakatan Abraham dan normalisasi hubungan dengan Israel.
Lihat Juga :