AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Minggu, 26 Juli 2026 - 07:01 WIB
Dalam suratnya kepada Bell, Departemen Luar Negeri AS selanjutnya menyatakan keprihatinan atas hubungan Turki dengan Hamas, sambil mengakui bahwa hubungan tersebut terbukti penting dalam membujuk kelompok perlawanan Palestina itu untuk menerima kesepakatan gencatan senjata Gaza yang ditengahi oleh pemerintahan Trump tahun lalu.
Departemen Luar Negeri juga memuji Turki karena menjadi anggota pendiri Board of Peace (BoP) Trump, yang bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan Gaza pascaperang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel menentang penjualan F-35, dan mengatakan bahwa dia mendesak Trump untuk tidak melakukan langkah tersebut. Para pemimpin Turki telah menyamakan perilaku Israel di Gaza dengan perilaku Nazi selama Holocaust, dan Tel Aviv juga telah memperingatkan bahwa penjualan jet tempur siluman ke Ankara akan melemahkan keunggulan militer kualitatif Israel di kawasan itu, yang menurut hukum AS harus dipertahankan.
F-35, yang dibangun dengan teknologi siluman yang memungkinkannya untuk menghindari deteksi musuh, dianggap sebagai jet tempur tercanggih di dunia.
Israel telah mengoperasikan pesawat ini selama lebih dari satu dekade, membangun beberapa skuadron, dan tetap menjadi satu-satunya negara Timur Tengah yang memilikinya.
Angkatan Udara Israel saat ini mengoperasikan 48 pesawat jenis ini dengan 52 unit lainnya dalam pesanan.
Israel sangat ingin mempertahankan keunggulan militer kualitatifnya di kawasan ini dengan memiliki pesawat paling canggih, dan sebelumnya telah berupaya mencegah penjualan F-35 ke negara-negara tetangga lainnya, termasuk Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Departemen Luar Negeri juga memuji Turki karena menjadi anggota pendiri Board of Peace (BoP) Trump, yang bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan Gaza pascaperang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel menentang penjualan F-35, dan mengatakan bahwa dia mendesak Trump untuk tidak melakukan langkah tersebut. Para pemimpin Turki telah menyamakan perilaku Israel di Gaza dengan perilaku Nazi selama Holocaust, dan Tel Aviv juga telah memperingatkan bahwa penjualan jet tempur siluman ke Ankara akan melemahkan keunggulan militer kualitatif Israel di kawasan itu, yang menurut hukum AS harus dipertahankan.
F-35, yang dibangun dengan teknologi siluman yang memungkinkannya untuk menghindari deteksi musuh, dianggap sebagai jet tempur tercanggih di dunia.
Israel telah mengoperasikan pesawat ini selama lebih dari satu dekade, membangun beberapa skuadron, dan tetap menjadi satu-satunya negara Timur Tengah yang memilikinya.
Angkatan Udara Israel saat ini mengoperasikan 48 pesawat jenis ini dengan 52 unit lainnya dalam pesanan.
Israel sangat ingin mempertahankan keunggulan militer kualitatifnya di kawasan ini dengan memiliki pesawat paling canggih, dan sebelumnya telah berupaya mencegah penjualan F-35 ke negara-negara tetangga lainnya, termasuk Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
(mas)
Lihat Juga :