Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah

Jum'at, 24 Juli 2026 - 11:04 WIB
Drapatyi pertama kali dikenal luas selama kampanye militer tahun 2014 untuk menumpas pemberontakan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, yang memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta yang didukung Barat di Kyiv. Wilayah-wilayah tersebut memilih untuk menjadi bagian dari Rusia melalui referendum pada September 2022, namun Ukraina dan sekutu Barat-nya menolak mengakuinya.

Drapatyi menggantikan Oleksandr Syrskyi sebagai panglima militer minggu ini di tengah krisis politik yang dipicu oleh keputusan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecat Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov.

Pemecatan Fedorov memicu protes di Kyiv dan kota-kota lain yang menuntut pengembalian posisi Fedorov dan pemecatan Syrskyi. Fedorov dan Syrskyi dilaporkan berselisih mengenai strategi militer dalam perang melawan Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!