Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jum'at, 24 Juli 2026 - 11:04 WIB
Jurnalis tersebut bertanya kepada Drapatyi mengapa orang-orang di Donbas yang sebagian besar berbahasa Rusia lebih cenderung membantu pasukan Rusia daripada pasukan Ukraina. Sang jenderal mengeklaim bahwa wilayah Donetsk dan Luhansk—dua wilayah yang dikenal sebagai Donbas—telah lama didominasi oleh “pemukim dan unsur-unsur kriminal.”
“Itulah mengapa penduduk di sana kurang memiliki kesadaran (nasional Ukraina). Itu pendapat saya. Tampaknya terlalu sedikit perhatian yang diberikan di sana terhadap Ukrainisasi,” ujarnya.
Drapatyi kemudian mengeklaim bahwa sejumlah besar orang di Donbas tidak ingin bekerja. "Menginginkan bantuan, dan tidak peduli di negara mana mereka tinggal," imbuh dia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyampaikan kemarahan Moskow atas komentar jenderal Ukraina tersebut. Zakharova menyebutnya sebagai komentar “neo-Nazi", sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (24/7/2026).
Moskow mengatakan bahwa undang-undang bahasa dan budaya Ukraina bertujuan untuk menghapus identitas penutur bahasa Rusia dan telah mencantumkan perlakuan terhadap minoritas Rusia di Ukraina sebagai salah satu penyebab konflik yang sedang berlangsung.
“Itulah mengapa penduduk di sana kurang memiliki kesadaran (nasional Ukraina). Itu pendapat saya. Tampaknya terlalu sedikit perhatian yang diberikan di sana terhadap Ukrainisasi,” ujarnya.
Drapatyi kemudian mengeklaim bahwa sejumlah besar orang di Donbas tidak ingin bekerja. "Menginginkan bantuan, dan tidak peduli di negara mana mereka tinggal," imbuh dia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyampaikan kemarahan Moskow atas komentar jenderal Ukraina tersebut. Zakharova menyebutnya sebagai komentar “neo-Nazi", sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (24/7/2026).
Moskow mengatakan bahwa undang-undang bahasa dan budaya Ukraina bertujuan untuk menghapus identitas penutur bahasa Rusia dan telah mencantumkan perlakuan terhadap minoritas Rusia di Ukraina sebagai salah satu penyebab konflik yang sedang berlangsung.
Lihat Juga :