Bukan Planet, Skuadron Angkatan Luar Angkasa AS Pertama Mendarat di Teluk

Selasa, 22 September 2020 - 19:46 WIB
Kedatangan Angkatan Luar Angkasa AS ke Teluk tampaknya sejalan dengan konflik Washington yang sedang berlangsung dengan Iran, yang meluncurkan satelit kecil ke orbit awal tahun ini. Peluncuran itu mendapat kecaman keras oleh Washington dan digambarkan sebagai bukti lebih lanjut bahwa Teheran sedang mengembangkan kemampuan misilnya untuk mengancam tetangganya. (Baca juga: Iran Klaim Sukses Luncurkan Satelit Militer Pertama )

"Kami mulai melihat negara lain yang sangat agresif dalam mempersiapkan untuk memperluas konflik ke luar angkasa," kata Benson, tanpa menyebut nama negara tertentu.

"Kami harus mampu bersaing dan mempertahankan serta melindungi semua kepentingan nasional kami," imbuhnya seperti dilansir dari Russia Today, Selasa (22/9/2020).

Angkatan Luar Angkasa AS secara resmi didirikan oleh keputusan Kongres pada Desember 2019, menyusul inisiatif Trump yang bertujuan untuk memastikan kebebasan operasi AS di luar angkasa dan mencegah kemungkinan agresi. Dengan anggaran USD15,4 miliar yang dialokasikan pada 2021, pasukan baru tersebut tetap menjadi cabang militer AS yang didanai paling rendah, tetapi telah mendorong lebih banyak pembiayaan. (Baca juga: Resmi, AS Punya Pasukan Luar Angkasa )

Penciptaan pasukan ruang angkasa dikritik oleh Rusia dan China, yang bersikeras bahwa luar angkasa tidak boleh menjadi teater militer dan harus digunakan hanya untuk tujuan damai. (Baca juga: China: Pasukan Luar Angkasa AS Ancaman Serius bagi Perdamaian )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!