Presiden Taiwan Puji Pilot Heroik yang Cegat Jet Tempur China

Selasa, 22 September 2020 - 12:39 WIB
Pangkalan tersebut, sekarang menjadi rumah bagi F-CK-1 Ching-kuo Indigenous Defense Fighters (IDF) yang pertama kali memasuki layanan pada tahun 1997, berada di garis depan respons Taiwan terhadap intrusi militer China.(Baca: Didekati 19 Pesawat China, Taiwan Kerahkan Jet Tempur dan Rudal )

Wang Chia-chu, salah satu perwira senior dari skuadron "Heavenly Colt" IDF, mengatakan kepada Reuters bahwa hanya ada waktu lima menit untuk melesatkan pesawat jet tempur setelah pesawat China terlihat.

"Kami akan mempertahankan wilayah udara kami secara real time selama ada ancaman," kata Wang.

Perwira senior lainnya, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan kepada Reuters bahwa IDF yang berbasis di Penghu sekarang berjuang hampir setiap hari karena ketegangan memuncak.

Angkatan Udara Taiwan juga memamerkan rudal jelajah air-to-surface Wan Chien baru yang mulai beroperasi pada 2018 dan dapat ditembakkan dari IDF pada target sekitar 200 km (125 mil), yang menempatkan fasilitas China atau kapal yang mendekat dalam pandangan mereka sebagai target. (Baca juga: Mampukah S-400 Rusia di China Rontokkan Rudal AS di Taiwan? )

Tidak seperti biasanya, pesawat China pekan lalu menembus garis tengah Selat Taiwan, sebuah batas penghalang tidak resmi untuk pesawat tempur kedua belah pihak. Namun, pesawat-pesawat Beijing belum terbang di atas daratan Taiwan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!